Kurikulum Sekolah Minggu

Posting Komentar
Kurikulum Sekolah Minggu

Orang Batak yang bergama Katolik dan Kristen punya kebiasaan unik setiap hari Minggu. Terutama mereka yang relatif rajin beribadah, maka setiap hari minggu, keluarga-keluarga Batak itu akan pergi Misa atau kebaktian ke gereja. Masyarakat Batak lazim menyebut kegiatan ini dengan "marminggu"

Secara etimologis, mar (to do, melakukan sesuatu, meryakan, dll) dan minggu merujuk pada hari Minggu, salah satu dari 7 hari dalam seminggu. Maka, marminggu bisa diterjemahkan secara bebas dengan "melakukan sesuatu di hari minggu". 

Lebih tepat lagi kalau dipahami secara liturgis, yakni merayakan hari Minggu, merayakan hari kebangkitan Tuhan.

Di hari Minggu itu biasanya orang tua bersama anak-anak mereka pergi ke Gereja. Kalau di gereja Katolik biasanya mereka juga akan duduk di bangku yang sama sepanjang ibadah. 

Tetapi di berbagai gereja di Kristen, mereka sering duduk terpisah seperti di Sinagogo: laki-laki duduk di blok bberbeda dengan perempuan sepanjang ibadat berlangsung.

Menarik, bahwa anak-anak biasanya beribadah sendiri di tempat lain. Terkadang lebih awal dari orangtua atau setelah ibadah orangtua. Tapi lebih sering terjadi mereka beribah di waktu bersamaan, tetapi di tempat dan format ibadah berbeda. 

Orang tua mengikuti kebaktian atau Perayaan Ekaristi di dalam gereja, sementara anak-anak mengikuti kebaktian sekolah minggu di aula di sekitar gereja.

Kebaktian bina iman anak (Katolik) atau Sekolah Minggu (Kristen) biasanya lebih pendek waktunya dibanding Kebaktian orang dewasa. Kalau aca Perayaan Ekaristi di Kapel Stasi, maka anak-anak Bina iman (anak-anak) baru memasuki Kapel saat pembagian komuni. 

Setelah semua orang telah menerima komuni, maka anak-anak tadi berbaris meminta berkat Tuhan lewat pastor yang memimpin perayaan Ekaristi. Ritus ini biasanya hanya dilakukan bila anak-anak belum Komuni Pertama.

Lalu di mana tempat bayi-bayi yang juga selalu dibawa ibunya ke gereja? Biasanya bayi dan anak-anak balita ikut bersama orangtua di dalam gereja. Tak jarang mereka menimbulkan kegaduhan lewat tangisan atau lalu lalang di dalam gereja karena merrasa bosan. 

Nah, biasanya balita ini dipangku atau malah duduk disamping ibunya. Kalau di perkotaan, karena bapaknya juga kadang ikut, maka anak tadi akan duduk diapit kedua orangtuanya.

Anak-anak ini sering "mengganggu" kenyamanan orangtua mereka saat perayaan Ekaristi berlangsung. Mulai dari suaranya yang tiba-tiba kencang, gak bisa diam, hingga menangis karena bosan.

Bagi orangtuanya, tindakan anaknya itu adalah tantangan, dan itu merupakan bagian dari kewajibannya mendidik anak secara Katolik yang pernah mereka ucapkan saat menerima sakramen perkawinan.

Tapi emang keberadaan anak yang "dipaksa" ikut merayakan Perayaan Misa yang tidak dimengertinya sering menelurkan kisah-kisah lucu.

Tak jarang ibu atau ayahnya memelototi si anak saat ribut atau tak bisa diam. Kadang juga dengan ancaman "Minggu depan tak boleh ikutan lagi" atau dengan suap, mulai dari diberi permen, coklat, hingga dibawa jajan ke kantin depan gereja.

Pada bagian ini, keberadaan si anak bisa jadi dianggap mengganggu. Tetapi sebaliknya, ada juga saat si anak bandel, suka nangis dan lasak tadi dianggap berkat.

Misalnya, pada saat homili si pastor tidak menarik dan 'garing' hingga bikin ngantuk. Biasanya ayah atau ibu yang kreatif akan berusaha mengusik si anak hingga si anak bagus atau gaduh. Nah, saat menangis atau gaduh itulah kesempatan bagi si ayah atau ibunya untuk membawanya keluar gereja, bahkan mengajaknya ke kantin depan gereja.

Bagi orangtua yang kreatif, masa "menenangkan anaknya" tadi sengaja diperpanjang hingga homili atau kotbah selesai. Bahkan lebih sering, karena alasan tak mau mengganggu yang di dalam, ayah atau ibu yang keluar tadi sengaja masuk lagi tepat saat menerima komuni.
PenaSinergi
Media Pendidikan dan Pelatihan (HC Consulting, Training & Coaching, Counseling & Facilitating for Personal Development, Self-Awareness, Leadership, and Communication & Excellent Attitude) dalam rangka pengembangan kualitas SDM Indonesia. Kirimkan tulisan Anda ke [email protected]

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email