Sulitnya Belajar Daring


PENASINERGI - Guru sedikit kesulitan, tapi orangtua benar-benar kesulitan selama proses "Pembelajaran Daring" sebagai pengganti sekolah konvensional yang tak bisa dilangsungkan karena pandemi korona. 

Di satu pihak guru yang bukan lulusan IT harus berjibaku membuat materi pembelajaran. Padahal selama ini mereka sudah terbiasa mencatat / mengetik di atas kertas, lalu mem-foto copy alias memperbanyak materinya.

Kini mereka harus mengerti, mininal cara membuat video pembelajaran, atau minimal terbiasa siaran langsung seperti reporter dari depan kelas.

Di pihak lain, orangtua "mengeluh" karena privat time nya rada terganggu. Ibu-ibu sosialita tak bisa lagi nongkrong di cafe atau shoping di mall.

Para bapa yang biasa pergi pagi - pulang malam terpaksa harus mengontrol anak-anaknya. Bahkan mereka harus siaga saat anak bertanya tentang PR yang diberikan guru.

Positifnya adalah #GURU semakin intim dengan teknologi dan #ORANGTUA semakin intim dengan anak-anaknya. Inilah inti dari belajar yang sesungguhnya.

Terlalu lama juga kita melihat sekolah sebagai pasar, tempat berTRANSAKSI orang tua bayar sekolah, lalu anak mendapat ilmu.

Tapi, lewat pandemi ini, relasi yang terjadi antar anak-orangtua, juga guru dan materi pembelajaran/teknologi adalah relasi based on INTERAKSI.

Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2020
Semoga anak-anak kita semakin CERDAS.

Penulis: Lusius Sinurat
Lihat Komentar