Rapat

PENASINERGI - "Kami kira itu usulan yang baik. Kami akan menampungnya terlebih dahulu, " kata sang ketua menanggapi usulan-usulan dalam rapat. 
Ini adalah gambaran rapat-rapat di komunitas, atau perkumpulan tertentu, seperti Gereja. 

Rapat ini biasanya resmi, formal, bahkan sangat santun. Walaupun rapat model beginian terkadang kaku dan repetitif. 

Rapat adalah wahana berkumpul orang-orang yang terlibat secara langsung untuk memutuskan sesuatu hal yang ingin dicapai oleh kelompok tersebut.

Namun harus kita sadari bahwa model rapat formal dan sedemikian kaku memang sudah mulai ditinggalkan. Sebab, model rapat ini kerap membuat sisi kreativitas dari orang yang terlibat di dalamnya justru tenggelam. .

"Mungkin ada pertanyaan, usul atau masukan lain yang ingin disampaikan," begitu biasanya sang pemimpin rapat bertanya. 

Biasanya, pertanyaan di atas tergantung menarik atau tidak menariknya sebuah rapat.

Apabila pertanyaan tadi tak mendapat sambutan peserta rapat maka pimpinan rapat akan segera melanjutkan rapat, "Baiklah saudara-saudari, karena tidak ada usulan, pertanyaan dan masukan, jadi kita akan lanjutkan rapat ini."

Demikianlah rapat-rapat berjalan seragam di kebanyakan organisasi dan komunitas di negara ini. 

Bisa jadi model rapat seperti ini pelan-pelan harus ditinggalkan. 

Sebab model rapat yang tertutup dan kaku kerap kali menutup berbagai 'keajaiban' yang bisa saja terjadi. Dan keajaiban itulah yang kita sering sebut dengan Kreativitas. 

Carpe Diem!

Penulis: @lusiussinurat