29 Nov 2019

Spiritualitas Guru Beragama Katolik

0
PENASINERGI - Pertanyaan-pertanyaan berikut akan menghantar guru beragama Katolik dalam memahami serta mendalami spritualitas katolik yang melekat dalam diri mereka.

Adakah pengalaman suka-duka menjadi seorang guru/pendidik Katolik di tempat tugas Anda? Apa Anda bangga menjadi orang katolik, dan apa yang menyebabkan hingga Anda tetap beriman Katolik sampai sekarang Tantangan/ persoalan apa saja yang Anda hadapi dlm menjalankan profesi sebagai guru beragama Katolik dan bagaimana cara Anda mengatasinya?

Ada tiga syarat utama keberhasilan tugas seorang guru, yakni BADAN SEHAT (Tidak ada hambatan fisik untuk melaksanakan tugas keguruan), KOMPETENSI (Penguasaan materi [nemo dat quot non habet] dan keterampilan [metodologi]), dan SPIRITUALITAS (Semangat dasar/motivasi).


Spiritualitas

Secara etimologis, Spiritualitas berasal dari kata Spare (Latin) yang artinya menghembus, meniup, mengalir. SPIRITUS/SPIRIT (n) berarti nafas, nyawa, sikap, perasaan, kesadaran diri, hidup dan roh. Sementara SPIRITUALITAS dalam Kitaba Suci berarti ruakh (ibrani), Pneuma (Yunani) yang berarti nafas /angin yang menggerakkan dan menghidupkan.

Spiritualitas juga berarti riak getaran hati yag halus tentang Yang Ilahi, riak getaran insani yang timbul karena merasakan sentuhan halus dari Yang Ilahi. Ini lantas berarti bahwa spiritualitas adalah sumber semangat untuk hidup di dunia ini dengan segala aspek dalam segala cakupannya dan dalam relasi dengan Allah.

Spiritualitas adalah cara bagaimana pengalaman kita akan Allah membentuk cara kita dalam memandang dunia, juga cara kita berinteraksi dengan dunia. Spiritualitas adalah cara kita memandang realitas hidup kita, sesama, dan lingkungan yg dibangun berdasarkan hubungan dgn Allah.


Guru Katolik

Guru adalah orang yang digugu dan ditiru. Seorang guru memiliki kepercayaan akan profesionalitas dan kualitas sikap/perilaku. Guru adalah metafora peralihan dari kegelapan (Gu) menuju terang (Ru).

Menjadi guru itu sebuah panggilan. Tugas utama guru adalah membantu manusia untuk menjadi manusia seutuhnya dan membebaskan manusia dari “kegelapan” menuju terang. Artinya, guru bukanlah buruh!

Lantas, siapa guru Katolik itu? Guru KATOLIK adalah 
  • Pribadi yang karena baptisan bersatu dengan Kristus dan ia adalah umat Allah atau Warga Gereja (LG 32). 
  • Pewarta Kabar gembira – Kerajaan Allah (KHK 805). 
  • Warga gereja yang ambil bagian dalam Tri Munera Christi: imam, nabi dan raja (LG 31).
  • Pendidik; terlibat aktif dlm pewartaan Gereja: teladan, pemberi kesejukan, jaga rahasia; saksi nilai-nilai kristiani, aktif dalam evangelisasi dan jadikan Gereja lebih Misioner. (GE 5)
Singkatnya, guru Katolik adalah pribadi yang memiliki spiritualitas katolik yang baik.

GE, 8 menegaskan:
“...hendaklah mereka sungguh-sungguh disiapkan supaya membawa bekal ilmu pengetahuan profan maupun keagamaan yang dikukuhkan oleh ijazah-ijazah semestinya, dan mempunyai kemahiran mendidik sesuai dengan penemuan-penemuan zaman modern. Hendaklah cinta kasih menjadi ikatan mereka timbal balik dengan para siswa, dan mereka dijiwai oleh semangat merasul. Dengan demikian, hendaknya mereka memberikan kesaksian tentang Kristus Sang Guru satu-satunya melalui perihidup dan tugas mereka mengajar. Hendaknya mereka tahu bekerja sama, terutama dengan para orang tua. ...hendaknya, mereka berusaha membangkitkan pada para siswa kemampuan bertindak secara pribadi, dan juga setelah para siswa tamat para guru tetap mendampingi mereka dengan nasihat-nasihat, sikap bersahabat...”

Guru Katolik sebagai Pendidik dan Rasul

Seorang guru Katolik bertugas untuk mendidik dan merasul. Maka guru beragama Katolik ? Pertama, mengenal Yesus (Mrk 8: 27-29) - Pertanyaan Yesus "Siapakah Aku ?" kepada murid-muridNya terasa aneh, karena mereka toh setiap hari ketemu. Selanjutnya, pertanyaan “Menurut banyak orang, siapakah Aku ?" dan "Tetapi katamu, siapakah Aku ini?" merupakan pertanyaan yang cerdik.

Kedua, panggilan mengikuti Yesus (Mat 19 : 16, 21) - Menjadi pengikut Yesus Kristus berarti berusaha untuk menjadi seperti/serupa denganNya. Cita-cita yang hendak diraih, hendaknya tidak hanya pada persoalan duniawai saja. Yesus menghendaki agar orang muda itu memiliki totalitas dalam hidup beriman.

Ketiga, membangun hidup berpolakan pada pribadi Yesus Kristus - menyangkut pola/ciri pribadi Yesus: 
  • YESUS SANG PENDOA DAN PENUH IMAN - Yesus selalu berdoa, juga dlm menghadapi peristiwa penting (bdk. Luk 6:12). Yesus seorang beriman dan senantiasa berdoa (bdk. Mrk 1:36, 6:46, 9: 29 dsb. Relasi Yesus dengan Allah sangat dekat (bdk Mat 11: 27). Dalam karyanya, Yesus mewar-takan kerajaan Allah (Mat 6:25–34).
  • YESUS SANG PEMBERANI - Berani karena Ia BEBAS. Demi menegakkan KEBENARAN Yesus tak ada kepentingan pribadi (politis, sosial, material). Tak heran ketika Yesus santai saja saat mengusir pedagang di Bait Allah; mengkritik pemuka agama, Farisi, penguasa. Ia bahkan tenang saat ditangkap di tangan Getsemani.
  • YESUS SANG PEMBEBAS - Yesus bebas untuk berbuat kebaikan (Yoh 9: 13-14). Yesus bebas bergaul dengan siapa saja.
  • YESUS BERWIBAWA - Yesus sangat berwibawa dlm kaitannya dgn panggilan para rasul (Mrk 1: 16; 2: 14). Yesus berwibawa saat berdiskusi dengan para ahli Taurat (Mat 5: 21-44)
  • YESUS RENDAH HATI - Aku datang untuk melayani, bukan untuk dilayani (cf. Mrk 10: 42-45 ; Yoh 13: 1-5).
  • YESUS YANG PEKA DAN TANGGAP - Yesus mudah tergerak hatinya oleh belas kasihan untuk menolong orang sakit/ menderita (Mrk 6:34; 10:42-45).
  • YESUS SETIA PADA TUGAS-NYA - Yesus fokus kepada tugas perutusan-Nya yaitu mewartakan Kerajaan Allah maka Dia melawan setan yang menggoda-Nya, mencari gampang tetapi melaksanakan tugas perutusan-Nya dengan konsekuen. Demi misi-Nya, Yesus menghindari popularitas karena ini akan menghambat tugas-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah.
  • YESUS YANG KREATIF - Yesus sangat kreatif dalam melaksanakan tugas-Nya. ØTindakan Yesus yang kreatif tampak dalam memilih sikap, dan karya-Nya selalu berpihak kepada kaum miskin dan lemah.

Pentutup dan Refleksi

Seorang guru Katolik harus mengenal Siapa Yesus baginya. Hal ini penting, karena sebagai seorang Katolik, para guru itu harus menjalin relasi dan komunikasi dengan Allah, melalui Yesus Kristus, PuteraNya.

Salah satu jalan untuk lebih mengenalnya adalah dengan rajin dan tekun mengikuti perayaan Ekaristi. “Bertemulah sesering mungkin dengan Yesus dalam Ekaristi dan Injil-Nya. Sebab semakin kamu mengenal-Nya, kamu akan semakin mencintai-Nya. Dan Ia akan memperkaya seluruh hidupmu,” kata St. Yohanes Paulus II.


Penulis: Lusius Sinurat
Author Image
AboutPenaSinergi

Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

Tidak ada komentar: