Mgr. Kornelius Tegaskan Arah Pastoral Bidang Pendidikan KAM

Mgr. Kornelius Tegaskan Arah Pastoral Bidang Pendidikan KAM PENASINERGI - Komisi Pendidikan Katolik mengadakan pertemuan bersama dengan Uskup Agung Keuskupan Agung Medan (KAM) dan para pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Katolik yang ada di Keuskupan Agung Medan di Catholic Center Medan (3/10/).

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Komdik-KAM, P. Daniel Erwin Manullang, OFMCap mengatakan bahwa pertemuan yang melibatkan Bapak Uskup Agung KAM dan para pengurus Yayasan LPK di KAM bertujuan untuk mensosialisasikan  kebijakan baru Uskup Agung KAM yang menjadikan Komisi Pendidikan sebagai salah satu perangkat strategis hingga menugaskan seorang imam full timer melayani bidang pendidikan  di KAM. Hal ini diharapkan akan menjamin terjaganya moralitas Katolik di unit-unit sekolah yang ada di Keuskupan Agung Medan.

Pertemuan ini juga sekaligus mensosialisasikan program-program Komdik tahun 2020 yang selaras dengan top prioritas pastoral KAM, sehingga para pengurus Yayasan mengetahui dan bersinergi untuk pelaksanaannya ke depan.

Arah Pastoral Pendidikan ini disampaikan langsung oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap.

"Sejak awal, bidang pendidikan telah hadir jasi primadona di KAM, disamping dua bidang lain: kesehatan dan sosial ekonomi. Ketiga bidang itu sebagai barisan pertama dan utama dalam evangelisasi," kata Mgr. Kornelius dihadapan para pengambil keputusan bidang pendidikan di KAM.

"Ketiga bidang itu urgen dan tak tergantikan dalam upaya menjamin warga gereja yang berkepribadian kuat dan bertanggungjawab membangun kehidupan yang harmoni di tengah masyarakat universal," lanjutnya.

Menurut Mgr. Kornelius saat ini telah terjadi keprihatinan serius atas berkembangnya perilaku individualisme di tengah masyarakat dan berdampak pada menurunnya kebersamaan, persaudaraan,  dialog dan saling menghargai.

"Tak terbantahkan bahwa banyak orang sekarang menganggab sesamanya tidak penting. Seolah-olah setiap orang bisa hidup sendiri tanpa ketergantungan dengan yang lain.  Situasi ini suatu penyakit yang harus disikapi serius lewat bidang pendidikan. Oleh karenanya sekolah-sekolah Katolik dituntut supaya tetap berjuang untuk penguatan fisik, moralitas, dan intelektual.

Sekolah hsrus tetap memastikan bahwa kultur persaudaraan dan kultur dialog terpelihara dan sikap kebencian pada sesama harus dihindarkan. Sekolah-sekolah Katolik didorong untuk kerjasama erat dan satu padu dalam mengatasi penyakit individualisme dan komunalisme agar terjadi harmoni kehidupan," tandas uskup yang belum setahun ditahbiskan ini.

Mgr. Kornelius berharapalewat penguatan peran dan fungsi komisi pendidikan, maka Lembaga Pendidikan di KAM tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan semakin bersinergi untuk menyemaikan nilai moralitas yang mengobati penyakit individualisme dan komunalisme yang semakin tumbuh subur kultur dialog dan kultur persaudaraan.

Setiap orang ya g terlibat di bidang pendidikan harus berani mengatakan, "Saya manusia, bukan sebuah pulau. Saya punya ketergantungan dengan sesamaku."


Penulis: Dionisius Sihombing
Editor: Lusius Sinurat