Umat Katolik KAM Doakan Kepergian Fransiskus Hotman Sipayung

Umat Katolik KAM Doakan Kepergian Fransiskus Hotman Sipayung
Suasana Duka: Persaudaraan Kapusin Medan menyalami pihak keluarga.
PENASINERGI - Kepergian Tokoh Gereja Katolik Saribu Dolok, almarhum Fransiskus Hotman Sipayung (71 tahun) pada 17 agustus 2019, membawa rasa duka mendalam bagi keluarga dan umat Katolik Keuskupan Agung Medan. Tanda duka itupun menjadi peristiwa iman tersendiri bagi keluarga dan umat katolik KAM yang ditinggal.

Lewat perayaan Ekaristi kudus Biarawan, Biarawati, Ormas Katolik dan umat Katolik utusan berbagai paroki di KAM bersatu mendoakan kepergian almarhum Fransiskus Hotman Sipayung (Op. Deardo), ayah kandung dari Uskup KAM Kornelius Sipayung OFM Cap dan Pastor Jonam Sipayung OFM Cap. Demikian pantauan langsung Penasinergi di rumah duka Saribudolok, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (19/8/2019).

Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFM Cap didamping Uskup Emeritus Mgr. Alfrred Gonti Pius Datubara OFM Cap, Vikjen KAM Pastor Mikael Manurung OFM Cap, dan Provinsial Kapusin Medan Pastor Selestinus Manalu OFM Cap memimpin perayaan Ekaristi yang dihadiri para pastor, frater, bruder, suster dari berbagai kongregasi, komisi-komisi di KAM, pengurus Yayasan Pendidikan Katolik, Ormas Katolik dan umat Katolik dari berbagai paroki yang datang dari berbagai wilayah Keuskupan Agung Medan.

Dalam homili, Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap., yang juga putra sulung almarhum Fransiskus mengajak semua umat yang hadir untuk merenungkan bahwa peristiwa kematian harus dimaknai sebagai peristiwa iman dan dilihat sebagai ungkapan syukur atas kasih dan kemurahan Tuhan.

"Dalam peristiwa apapun setiap orang beriman kristiani harus mampu melihat tindakan atau aksi Yesus dalam hidup. Walau sengsara dan disalib, Yesus mampu berpikiran positif dan mendoakan orang yang menghakimi dan menyalibkan-Nya," tegas Mgr. Kornel.

Lebih lanjut Mgr. Kornel juga menekankan kualitas hidup orang kristiani dapat diukur dari ketajaman mendengar dan melakukan sabda Tuhan. 

"Kualitas hidup itu ada pada diri Yesus, terlihat dari kerelaan-Nya menderita dan berkorban bahkan rela mati demi cinta-Nya kepada umat manusia. Karenanya, Salib adalah tanda pemberian diri, kesediaan berkorban dan pembaktian diri demi kebaikan sesama. Maka berbahagialah setiap orang yang hidupnya meneladani tindakan Yesus", tandas abang kandung dari Pastor Jonam Sipayung ini.

Uskup memberi kesaksian tentang kualitas iman almarhum Fransiskus Hotman Sipayung yang semasa hidup membaktikan diri demi kejayaan gereja Katolik di Saribudolok melalui tugasnya sebagai guru agama dan sebagai pengurus gereja.

"Ayah mendidik kami 9 anaknya untuk senantiasa berdoa dan bersyukur atas kasih dan berkat Tuhan. Kamipun dibimbing untuk mampu melihat seluruh tindakan Allah dalam hidup. Berkat bimbingan almarhum saya pun terinspirasi menetapkan motto Deus meus et omnia (Tuhanku dan semuanyaku) sebagai landasan pelayanan saya sebagai uskup," tambah Mgr. Kornel.

Vikjen KAM, Pastor Mikael Manurung OFM Cap dalam kata penghiburan menyampaikan rasa turut berduka cita atas kepergian almarhum Fransiskus Hotman Sipayung.
"Kami mengajak kita semua merelakan kepergian almarhum. Allah telah menyempurnakan semua harapan keluarga. Doa kita semua semoga keluarga dihibur dan dikuatkan oleh Tuhan." kata Mikael.

Senada itu, Pimpinan persaudaraan Kapusin Medan, Pastor Selestinus Manalu OFM Cap turut mengucapkan rasa belasungkawa. 

"Tidak ada alasan bagi kita untuk menagis lagi atas kepergian almarhum Pak Nelis (sebutan Fransiskus sebelum punya cucu), sebab iman dan percaya kita kepada Tuhan," tegas Selestinus sembari menambahkan bahwa kepergian almarhum justru mengajak kita untuk semakin menanggapi kasih Tuhan dengan ungkapan syukur.

"Kami ucapkan salam dari kapusin dari berbagai tempat dan tidak dapat hadir mendoakan almarhum", tutupnya.