Sekolah Swasta Banyak Diminati Karena Memadukan Dua Kurikulum

Sekolah Swasta Banyak Diminati Karena Memadukan Dua Kurikulum
Salah satu gedung sekolah berbasis internasional (Kumparan)
Kehadiran sekolah swasta sangat membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Menurutnya, kurikulum pengajaran nasional untuk sekolah negeri maupun swasta diserentakkan dengan menggunakan kurikulum tahun 2013.

Namun, tren sekolah swasta yang memadukan kurikulum nasional dan tambahan semakin diminati. Orang tua rela mengeluarkan biaya lebih buat anaknya jika dibandingkan sekolah di negeri. Perpaduan dua kurikulum ini diyakini bisa mendapatkan pendidikan lebih baik.

Sekolah yang menggunakan dua kurikulum ini disebut sekolah Satuan Perjanjian Kerjasama (SPK). Mayoritas sekolah dengan SPK ini tersebar di berbagai kota seperti di wilayah Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan (Tangsel), Bandung, Surabaya, dan sebagainya.

Selain itu, pembinaan implementasi kurikulum juga dilakukan oleh masing-masing direktorat teknis tanpa membedakan antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Termasuk pula pelatihan dan pendampingan guru yang dilakukan oleh Kemendikbud terhadap seluruh sekolah negeri dan swasta yang dilakukan secara bertahap.

Sekolah swasta memang menawarkan banyak pengajaran tambahan sesuai visi misi sekolah. Benar bahwa pada prinsipnya sekolah negeri dan swasta itu sama. Hanya saja sekolah swasta dapat mempresentasikan sebuah lembaga, yayasan, bahkan organisasi masyarakat. 

Dengan membuka sekolah, maka akan menjadi bagian dari penyebaran visi dan misi mereka. Lihatlah, akhir-akhir ini tren sekolah berbasis agama kini justru semakin meningkat. Bisa jadi hal ini , disebabkan oleh tingkat spiritual personal yang juga meningkat.Itu sebabnya ,inat masyarakat untuk sekolah di swasta sangat besar dibandingkan memilih sekolah negeri. 

Sekolah dengan biaya yang sangat mahal tidak menjadi kendala karena seluruh kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah diserahkan kepada pihak yayasan sekolah masing-masing dan telah disepakati bersama oleh orang tua siswa. Meski demikian, pemerintah tetap memiliki tanggung jawab operasional kepada sekolah-sekolah swasta. Pengangkatan kepala sekolah oleh pihak yayasan bahkan harus mendapatkan izin dari Kemendikbud.

Salah satu alasan mengapa sekolah swasta menjadi pilihan orang tua. Al-Azhar, misalnya menerapkan kurikulum berbasis teknologi informasi untuk siswa SMP dan SMA, plus kurikulum dari Cambridge sebagai tambahan. Maka, biaya masuk SMA sebesar Rp38 juta, SMP Rp36 juta, dan SD Rp34 juta di yayasan Al-Azhar, misalnya justru dianggap telah sesuai dengan kualitas program yang diterapkan dan pelayanan sekolah.

Sementara sekolah Islam lainnya, Pahoa di Sumarecon Tangerang termasuk sekolah SPK dengan kurikulum nasional yang diperkaya dengan kurikulum bahasa Mandarin dari Habei Normal University, bahasa Inggris dan Cambridge, dan Matematika dari Singapura. Tak hanya itu keunikan lain di sekolah Pahoa fasilitasnya yang mengusung konsep peduli alam pemanasan global sehingga gedung sekolah sangat ramah lingkungan dan ecogreen. 

Dengan demikian, gedung sekolah membentuk ekosistemnya sendiri tanpa menggunakan pendingin udara (air conditioner). Di sana siswa dididik supaya dapat beradaptasi dengan lingkungannya sendiri dan memiliki tubuh sehat. Sistem ini disertai penanaman pohon-pohon yang nantinya dapat mencukupi kebutuhan oksigen bagi orang-orang di dalamnya, sekaligus menjadi pembelajaran bagi siswa-siswi.
Seiring perkembangan jaman, sekolah-sekolah swasta pun semakin berbenah, mulai dari penyediaan fasilitas tercanggih hingga memadukan kurikulum pemerintah dan kurikulum yang mereka adaptasi dari luar negeri. (Sindonews)

PenaSinergi
Media Pendidikan dan Pelatihan (HC Consulting, Training & Coaching, Counseling & Facilitating for Personal Development, Self-Awareness, Leadership, and Communication & Excellent Attitude) dalam rangka pengembangan kualitas SDM Indonesia. Kirimkan tulisan Anda ke [email protected]

Related Posts

Follow by Email