Pemerhati: Pendidikan di SUMUT Perlu Perhatian Serius


Drs. Desrin Pasaribu,M.Pd.
Penasinergi.com
Pemerhati pendidikan yang juga penggiat kebudayaan, Drs. Desrin Pasaribu, M.Pd., menuturkan kepada penasinergi.com (19/7/2019) penilaiannya terkait situasi pendidikan yang sedang berlangsung di Sumatera Utara.

Menurutnya pendidikan belum berhasil dalam mencerdaskan dan membentuk siswa berkarakter secara optimal dan kondisi pendidik yang kurang serius dalam melaksanakan tugasnya. Akibatnya hasil pendidikan tidak benar-benar menjawab tujuan dari penyelenggaraan pendididikan.
"Peserta didik cerdas dan berkarakter sebagai dampak dari hadirnya pendidik berkarakter dan cerdas", tegasnya.

Karenanya, pendidik harus memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian, termasuk juga pengelola pendidikan diberbagai tingkatan, tak kecuali pengelola di dinas pendidikan.

Desrin sangat prihatin bahwa lembaga pendidikan saat ini sudah diduga turut tercemar dengan perilaku tak terpuji, seperti: dugaan penyimpangan dana BOS, dugaan perbaikan nilai rapor, dugaan sogok dalam urusan administratif, dan dugaan penerimaan siswa titipan walau sistem zonasi diterapkan. Situasi ini menggambarkan bahwa lembaga pendidikan kita sedang dihadapkan pada masalah moral, sementara diharapkan lembaga pendidikan sebagai solusi atas persoalan moral dimasyarakat.

Dibutuhkan reformasi sistem dan kurikulum yang fokus pada upaya membentuk kualitas moral atau karakter dan kualitas ilmu pengetahuan, lewat penyiapan Sumber Daya Pendidikan dan Tenaga Pendidikan yang kompetensinya di bidang pendidikan. "Jika ingin menghadirkan pendidikan bermutu berikan kepada orang yang tepat dan kompetensi", terangnya. Orang yang tepat itu adalah mereka yang lulus dari Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK), tegas Desrin.

Desrin lebih lanjut mengatakan bahwa keseriusan mengelola pendidikan di Sumut belum tegas karena tak satunya sikap, tujuan dan komitmen dari pihak-pihak yang mengurusi pendidikan, diendus banyak kepentingan sehingga sulit menerapkan kebijakan yang jelas dilapangan. Hal itu harus dihindari jika pendidikan diharapkan memperbaiki keadaan masyarakat yang sarat masalah.

"Pendidikan harus ditangani serius dan itu sangat tergantung keseriusan pemimpin yang mengelola pendidikan di Sumut menyahuti peraturan-peraturan pendidikan yang ditetapkan Pemerintah Pusat", tutup Desrin. (Dion)