GPS Versus Postingan Alay

GPS Versus Postingan Alay
Ada beberapa momentum yang sering diposting orang di media sosialnya dan biasanya dilengkapi dengan foto. Biasanya momentum itu juga diposting secara berulang.

Sebut saja saat di bandara (lengkap dengan nama bandara), saat dalam perjalanan (lengkap dengan dari mana dan hendak ke mana), saat mau makan (lengkap dengan foto makanan dan/atau tempat ia makan), dst.

Ini agak kontras dengan realitas kemajuan sarana komunikasi canggih saat ini. Katakan saja GPS diciptakan untuk mempermudah kita menemukan alamat atau keberadaan tempat tertentu, bahkan untuk menemukan keberadaan seseorang.

Pertanyaannya, ketika banyak orang selalu memposting “dimana, sedang apa, dan bersama siapa dia saat tertentu” untuk apa lagi GPS ya?

Tak mengherankan ketika Polisi lebih sering menemukan buronan lewat fesbuk daripada menggunakan kekuatan intelijennya. Sebaliknya, para penjahat pun lebih suka memanfaatkan fesbuk untuk mengelabui ‘mangsanya’ daripada turun ke pasar, terminal, alun-alun, mall atu di stadion.

Informasi memang penting, tetapi serentak privasi juga harus tetap ada. Sebab ketika Anda telanjang, maka orang yang paling merasa malu adalah orang yang melihatnya. Bukan Anda.

Jadi jangan menyajikan informasi yang begitu telanjang di akun medsos Anda, agar orang yang membacanya tak merasa malu. Mungkin saja orang yang membaca postingan ini lantas menanggapi, “Emang gue pikirin?”hahaha (Lusius)