Ujian Nasional Online Cerminkan Kejujuran

Akademisi Unimed Sahat Sibarani, M.Pd (kiri) dan Ketua Pusdikra Sumut Mansur Hidayat Pasaribu, M.Pd (kanan).
Penasinergi - Pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA/SMK/sederajat yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016 ini merupakan langkah yang positif dan patut diapresiasi karena mampu menghidupkan nilai kejujuran siswa dalam ujian.

Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya UN terkesan sistematis dilakukan dengan kebohongan, di mana siswa, dan oknum guru bekerjasama menjawab soal yang diujikan. Maka tidak mengherankan ketika pihak Dinas Pendidikan harus turun ke lapangan.

Hal ini terjadi karena peruntukan UN masa lampau itu menentukan kelulusan siswa. Sementara sekarang UN dilakukan hanya sebatas pemetaan kualitas siswa dan sekolah.

Hal itu disampaikan oleh Drs. Sahat Sibarani, M.Pd, akademisi dari Universitas Negeri Medan kepada Pena Sinergi (senin 4/4/16) ketika diwawancarai Pena Sinergi di kampus Unimed.

Lanjut Sahat, kebijakan UN yang hanya sebatas pemetaan sekolah tidak lagi membuat siswa dan sekolah merasa tertekan, karena itu dia meyakini bahwa tingkat kecurangan UN akan teratasi, walau beliau tidak menampik kemungkinan adanya kitidak jujuran namun dengan kadar kecil.

Apa yang dilakukan oleh Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud sudah benar dan saya pikir harus kita dukung, dimana langkah ini mendorong perubahan manusia untuk berlomba memperbaiki diri, sehingga memperbaiki sekolah dan memperbaiki bangsa Indonesia pada masa yang akan datang.

Dosen senior yang beberapa bulan lagi pensiun itu, berharap Pemerintah bisa terus membenahi sarana dan prasana bidang pendidikan diseluruh Indonesia agar kedepan bisa menggelar UN secara online diseluruh sekolah, dan juga fokus pada pembenahan sumber daya pendidikan, sembari menerapkan regulasi secara tegas tanpa diskirminatif, agar terjadi gerakan revolusi mental bagi guru-guru terus-menerus.

Baiklah kekurangan-kekurangan terus dibenahi, dan hal lebih yang sudah ada selama ini dipertahankan. Hanya dengan upaya itulah bangsa ini menjadi kuat dan mandiri serta memiliki daya saing dimasa mendatang, tandasnya.

Senada dengan apa yang dikatakan Akademisi Unimed Sahat Sibarani, Ketua Pusdikra Sumut Mansur Hidayat Pasaribu, M.Pd menilai bahwa Ujian Nasional kali ini bernilai positif bila mana sekolah menjamin kejujuran dalam pelaksanaannya.

Selama ada oknum-oknum yang bermain curang dalam pelaksanaan UN tahun ini, maka jangan berharap bahwa pemetaan kualitas siswa dan sekolah akan terpenuhi dengan benar. Maka langkah konkrit agar UN jujur adalah bagaimana semua pihak menolak permainan-permainan kotor (baca bohong) seperti memberi jawaban kepada siswa, karena kemungkinan masih adanya tekanan dari pihak dinas pendidikan kabupaten/Kota yang tidak mau tingkat kelulusan UN di daerahnya rendah, walau UN kali ini hanya sebatas pemetaan sekolah bukan kelulusan siswa.

Mari melakukan pengawasan secara benar untuk itu, terlebih itu harus dilakukan oleh Guru-Guru, sebab merekalah yang menjadi pengendali kunci kejujuran Ujian Nasional. (Dion)
PenaSinergi
Media Pendidikan dan Pelatihan (HC Consulting, Training & Coaching, Counseling & Facilitating for Personal Development, Self-Awareness, Leadership, and Communication & Excellent Attitude) dalam rangka pengembangan kualitas SDM Indonesia. Kirimkan tulisan Anda ke [email protected]

Related Posts

Follow by Email