Tinggal Satu Hari Lagi Mengenakan Seragam

Tinggal Satu Hari Lagi Mengenakan Seragam
Siswa-siswi kelas XII sedang menuntaskan hari terakhir UNAS.
Pena Sinergi - Simbol yang nyata bahwa seorang anak dikatakan sebagai pelajar adalah seragam sekolah yang dikenakannya. Pemerintah telah menetapkan seragam sekolah mulai dari tingkat PAUD/TK hingga SMA/SMK.

Sesungguhnya penetapan seragam sekolah ini bertujuan untuk menghindari perbedaan latar belakang siswa. Di sisi lain seragam juga bertautan dengan seni, tepatnya dalam hal penampilan. Jauh lebih penting dari kedua tujuan di atas, pakaian seragam terutama menyimbolkan kebersamaan dan kekompakkan, sehingga siswa-siswi memiliki semangat yang sama dalam belajar.

Ada masa di mana seragam tadi tak dikenakan lagi, tepatnya setelah mereka menuntaskan pendidikan di SMA/SMK. Sebab setelah memasuki Perguruan Tinggi seragam jenis itu tak lagi diwajibkan. Pada umumnya perguruan tinggi memberikan kesempatan kepada mahasiswa/mahasiswi untuk bebas mengenakan pakaian asal tetap memperhatikan etika kesopanan.

Sepanjang dua hari terakhir UNAS untuk SMA/SMK (4-6 April 2016), dari pantauan Pena Sinergi, proses berlangsungnya UNAS berjalan dengan baik dan lancer, tanpa gangguan apa pun. “UNAS tinggal satu hari lagi dan satu hari lagi berakhir sudah masa SMA kita!” kata beberapa siswa yang dijumpai Pena Sinergi di SMA Katolik Sibolga.

Selama dua hari UNAS tak terlihat rasa takut dalam diri siswa-siswi Kelas XII SMA Katolik Sibolga ini. Sebaliknya, mereka justru merasa senang dan bahagia dapat mengikuti UNAS berbasis Online dua hari terakhir. Siswa-siswi itu terlihat PD (percaya diri, red.) bahkan dengan gagah berani menuliskan “ikrar”-nya di lembar jawaban mereka, “SAYA MELAKUKAN UJIAN DENGAN JUJUR”.

Hal ini sesuai dengan ajakan pemerintah, dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayan, Anies Baswedan. Ya, dengan mengatakan jujur, siswa-siswi kelas XII SMA Katolik Sibolga turut mendukung dan menegakkan integritas kejujuran sebagai pelajar yang baik dan bertanggung jawab bagi nusa dan bangsanya.

Salah satu siswa yang Pena Sinergi wawancarai, Doni Oliver Hutagalung, siswa Kelas XII IPS-1 SMA Katolik Sibolga juga menegaksan hal yang sama.

“Saya Melakukan UN dengan Jujur. Hari pertama dan kedua UNAS aku merasa puas dan senang. Semua soal bisa kukerjakan dengan baik dan tanpa ada tekanan. Maka doakan saya agar UNAS hari terakhir besok tetap dalam keadaan sehat. Tentu saja aku akan tetap mempersiapkan diri dengan belajar dan tak lupa berdoa kepada Tuhan,” tandas Doni, pria kelahiran Sibolga, 10 Oktober 1998 itu.

Senada dengan Dono, siswa Kelas XII jurusan IPA-2 SMA Katolik Sibolga lainnya, Leslie Selviana Purba asal Pinang Sori-Tapteng menuturkan, “Dalam mengerjakan soal-soal yang diberkan saya tak mengalami kesulitan berarti. Saya selalu mengawali UNAS ini dengan doa untuk memohon bimbingan dari Tuhan.”

“Cara saya mengerjakan soal pun kurang lebih sama dengan teman lain. Pertama saya membaca petunjuk terlebih dahulu, mengisi biodata, lalu mulai mengerjakan soal-soal. Soal-soal yang menurut saya tergolong mudah akan saya kerjakan terlebih dahulu,” tutur gadis kelahiran Pinangsori 29 September 1998 ini bangga.

Sosok gadis belia saban hari harus menempuh jarak yang cukup jauh dari rumahnya di Pinangsori ke sekolah di kota Sibolga. Hebatnya, ia hampir tak pernah datang terlambat ke sekolah.

Leslie tak lupa mengungkapkan rasa bangganya kepada para guru yang mendidiknya, “Saya merasa bangga dengan guru-guru yang baik di sekolah ini. Mereka sangat membantu dan membimbing saya selama 3 tahun di SMA Katolik tercinta ini.

Seragam putih dan abu-abu memang tinggal sehari lagi mereka kenakan, tetapi semangat mereka untuk belajar selama 3 tahun di SMA Katolik Sibolga, terutama nilai-nilai kejujuran yang mereka tampilkan saat UNAS ini sungguh membanggakan. (Paskalis)