Membangun Sinergitas Antara Gereja, Masyarakat dan Negara

Pertemuan Pemimpin Lembaga Agama Katolik Provinsi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh di Inna Hotel Parapat, 7-10 April 2016
Pena Sinergi - Saat memberi sambutan sebagai tanda dimulainya "Pertemuan Pemimpin Lembaga Agama Katolik Provinsi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh" di Inna Hotel Parapat, 7-10 April 2016, Sihar P. Simbolon, Direktur Urusan Agama Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia memberi penjelasan dukungan dan komitmen pemerintahan RI untuk menjamin toleransi dan kebhinnekaan.

"Pertemuan ini sendiri adalah bukti bahwa negara hadir bagi gereja. Di titik inilah pentingnya sinergitas antara Gereja Katolik dan Pemerintah melalui Bimas Katolik untuk membangun masyarakat.

Dukungan hirarki (Gereja Katolik) dan Bimas Katolik (sebagai perpanjangan tangan negara untuk umat Katolik) harus terajut sinergis," tutur Sihar yang secara khusus datang dari Jakarta untuk pertemuan ini.

Pertemuan ini bertujuan mendorong dan meningkatkan peran Pemimpin Lembaga Agama Katolik dalam pembangunan hidup keagamaan masyarakat Katolik pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Tak penting Anda sudah tua atau muda, sebab kita semua harus saling berbagi informasi dan pengalaman demi terciptanya masyarakat yang sejahtera (bonum communae)," tambah Sihar sembari mengetuk 'palu' tanda dimulainya "Pertemuan Pemimpin Lembaga Agama Katolik Provinsi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh" di Inna Hotel Parapat, 7-10 April 2016.

Pertemuan ini sendiri akan menghadirkan para pemimpin lembaga agama Katolik, entah awam entah imam atau biarawan-biarawati, mulai dari tingkat keuskupan hingga pengurus tingkat Stasi/Lingkungan dari Keuskupan Agung Medan dan Keuskupan Sufragan Sibolga.

Sementara untuk pemateri, bimas akan menghadirkan RD. Guido Suprapto (Sektetaris Eksekitif Komisi Kerasulan Awam KWI), RP. Yosafat Ivo Sinaga OFM.Cap (Direktur JPIC KAM), RP. Moses E. Situmorang OFM Cap. (Pastor Paroki Berastagi, Kontributor Kompas Sumut), dan RP. Markus Manurung OFM Cap. (Ketua Caritas PSE KAM)

Tampil sebagai narasumber di hari kedua, Romo Guido, begitu RD. Guido Suprapto biasanya disapa akrab, menekankan pentingnya membangun generasi Katolik yang selalu mengupayakan, membina dan membangun kerukunan hidup antar umat BERIMAN.

"Umat Katolik harus mengembangkan semangat persaudaraan dan kebersamaan antar golongan budaya, etnis, agama, dan kebersamaan sebagai kerangka hidup bersama Bangsa Indonesia. Umat Katolik dituntut bersikap terbuka dan positif khusus dalam membina hubungan dengan umat beragama dan kepercayaan lain," pinta Romo Guido mengutip Surat Pastoral KWI thn 1997.

Senada dengan Romo Guido, Pastor Ivo menekankan pentingnya mengusahakan kerukunan mulai dari diri kita. Demikian pastor yang baru saja menerbitkan bukunya "The Church Concerns" ini memaparkan materinya yang berjudul "Membangun Kerukunan Antar Umat Beragama".

Di hari ketiga, Pastor Moses menyoroti kurang sinerginya relasi antara Gereja dan Bimas Katolik lewat makalahnya yang berjudul "Pengembangan Sinergitas antara Gereja dengan Bimas Katolik". Materi ini terasa ringan dan mudah diserap karena Pastor Moses menyampaikannya dengan penuh canda yang up to date dan memudahkan peserta memahami materinya.

Masih di hari yang sama, Pastor Markus memaparkan peran nyata gereja bagi masyarakat, sebagaimana telah dilakukan oleh Caritas PSE KAM, antara lain pendampingan penderita AIDS, rehabilitasi para pengguna narkoba yang sudah addict, dan berbagai aksi nyata lainnya. Tentu saja ajakan ini membesarkan hati semua peserta yang memang beragama Katolik. Kenyataan ini tentu saja semakin memicu semangat mereka untuk berbuat sesuatu yang berarti bagi masyarakat.

Pertemuan yang berakhir pada hari Minggu, 10 April 2016 ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Harus diakui bahwa pertemuan ini sendiri berjalan dengan baik berkat usaha keras dan peran yang tak terbantahkan dari Yulia Sinurat (Pembimas Katolik Sumut) dan Baron Pandiangan (Pembimas Nangroe Aceh).

Terimakasih Bimas Katolik Kemenag RI dan Kemenag Prov. Sumut atas kegiatan Pertemuan Pemimpin Lembaga Katolik yang digelar di Inna Hotel Parapat, tanggal 7-10 April 20-16 ini.

Terimakasih kepada Pemerintah RI yang memperhatikan pembangunan SDM Masyarakat Katolik di Sumatera Utara melalui Bimas Katolik.

Semoga negara tetap hadir ditengah masyarakat, sebagaimana terus-menerus didendangkan dan dilakukan oileh bapak presiden kita, Joko Widodo. Mengutip ucapan Yesus yang menampakkan diri kepada Petrus cs yang kala itu sedang mencari ikan tetapi tak satu ekor pun mereka dapatkan, "Duc in altum" yang artinya, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam." (Lusius/Dion)
PenaSinergi
Media Pendidikan dan Pelatihan (HC Consulting, Training & Coaching, Counseling & Facilitating for Personal Development, Self-Awareness, Leadership, and Communication & Excellent Attitude) dalam rangka pengembangan kualitas SDM Indonesia. Kirimkan tulisan Anda ke [email protected]

Related Posts

Follow by Email