Inna Hotel Parapat Siap Sambut BODT

Inna Hotel terletak di Jl. Marihat No.1 Parapat - Simalungung, PO Box 21174, Danau Toba, Sumatera Utara
PenaSinergi - Inna Hotel Parapat berada di tepi Danau Toba, salah satu danau kawah terbesar di Asia. Anda harus menempuh 4 jam perjalanan dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi dari ibukota Sumatera Utara, Medan.

Bila Anda terbang dari Kuala Namu International Airport (KNIA) Anda hanya menempuh kurang dari 1 jam perjalanan ke Bandara Silangit ditambah 1 jam dari Silangit ke Parapat.

Lokasi Inna Hotel Parapat sangat strategis. Hanya berjarak 1 km dari pusat kota Parapat, hotel ini juga berhadapan langsung dengan hamparan panorama bibir danau. Sebagai hotel berbintang 3, Inna Hotel Parapat juga tergolong baik dibanding hotel sejenis di Parapat.

Hotel dengan dalam bentuk resor sederhana dan tradisional (Batak Toba) ini memaksimalkan keunggulannya tersebut sebagai properti untuk wisatawan, baik yang hendak berlibur maupun wisatawan yang sedang melakukan perjalanan bisnis. Dengan ruang Exterior yang low-rise dan bangunan bergaya tradisional serta Lobby yang didesain tradisional dan sederhana menjadikan hotel ini sangat diminati oleh instansi pemerintah maupun swasta yang hendak mengadakan rapat atau pertemuan-pertemuan penting.

Dengan total 98 kamar yang tersedia Inna Hotel memang sangat mengandalkan panorama Danau Toba sebagai pelengkap kesederhanaan tampilannya. Hotel yang beralamat di Jl. Marihat No.1 Parapat - Simalungung, PO Box 21174, Danau Toba, Sumatera Utara ini juga melengkapi fasilitasnya seperti layanan 24 jam, bar, tempat parkir mobil, coffee shop, ruang pertemuan, layanan laundry, restoran, layanan kamar, keamanan 24 jam, akses jaringan internet (kendati masih harus ditingkatkan, red), tempat penitipan bayi, penyewaan mobil, petugas hotel, check-in awal, dan taman yang indah.

Karaoke, lobi, surat kabar di tempat umum menjadi fasilitas ekstra yang memanjakan para wisatawan yang tak rela kehilangan akses berita teranyar. Apalagi ketersediaan kolam renang, spa, pijat, tenis dan memancing akan membuat Anda semakin betah menginap di hotel berbintang 3 ini.


*****

Kebetulan Pena Sinergi juga menginap selama 4 hari 3 malam dan menjadi peserta dari acara Pertemuan Lembaga Agama Katolik Propinsi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh di hotel ini. Kesempatan ini kami maksimalkan juga untuk mewawancarai pihak Inna Hotel Parapat.
Dengan hamparan pemandangan indah Danau Toba, diiringi lagu Batak yang mengalun lembut tapi menghentak jiwa, Pena Sinergi menemui Marketing Manajer Inna Hotel Parapat, Syahrial Azhar di lobi hotel yang telah berusia 105 tahun ini. 

Pena Sinergi (PS): Tampaknya Inna Hotel sudah terbiasa menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pemerintah ya?

Syahrial Azhar (SA): Ya Pak. Terimakasih.

PS: Begini, Pak. Selamat 4 hari menginap di Inna Hotel ini kami mendengar keluhan dari peserta, seperti in focus yang tidak permanen di ruang pertemuan alias dipasang bongkar (karena takut hilang?), intercom yang tak sigap dijawab CS Hotel dan akses internet (wifi) yang sulit diakses, bahkan tak sampai ke ruangan.

SA: Sebelumnya maaf, Pak. Sejauh ini kami belum mendengar keluhan panitia (penyelenggara acara Pertemuan Lembaga Agama Katolik Propinsi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh). Soal In-Focus itu mungkin kesalahan informasi saja, bukan pertama-tama takut hilang. Begitu juga dengan keluhan lain saya sungguh tak menyangka. Karena kami telah memiliki standar hotel bintang tiga. Apalagi kami adalah bagian dari BUMN. Maka tentang keluahan Anda kami akan segera tangani.

PS: Bagaimana dengan fasilitas Wifi? Bukankah di era sekarang tak lagi terhindarkan kebutuhan akan internet?

SA: Tentang WIFI atau akses internet sebetulnya tersedia di public aream, tetapi di room belum. Tetapi kami sedang menambah dan mempercanggih akses internet tersebut hingga ke semua sudut hotel ini., apalagi Manager Inna Hotel sendiri berlatar belakang IT dari Garuda International Airlines. Jadi, tolong bersabar ya pak.

PS: Selain fasilitas yang tadi kami tanyakan, hal lain apa yang hendak diperbaiki oleh pihak IH? Kebetulan kami sudah beberapa kali menginap dan mengadakan acara di IH ini. Sungguh kami cinta IH, dan oleh karenanya kami tak mau orang lain kecewa dengan kekurangan hotel ini. Apalagi usia hotel ini sudah 105 tahun loh.

SA: Begini pak. Kita terkendala dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Semuanya sedang diperbaiki, dan khusus untuk karyawan sendiri sudah tersertifikasi. Benar bahwa kami juga memaksimalkan SDM lokal yang ada. Boleh bapak tanya, kamilah satu-satunya hotel dengan SDM yang telah tersertifikasi loh. Kedua, menyangkut fasilitas, kami sedang mengupayakannya, apalagi dalam mempersiapkan BODT (Badang Otorota Danau Toba) yang tak lama lagi diwujudkan pemerintah.

PS: Karena Anda telah singgung tentang BODT tadi, kami mau tahu dong, kira-kira persiapan-persiapan seperti apa yang IH lakukan untuk menyambut BODT tersebut?
SA: Dalam bisnis hotel, tentu saja ada 3 hal yang utama. Pertama adalah soal kebersihan. Kedua, pelayanan dan terakhir tentang fasilitas. Dengan kebersihan sendiri, kita telah menjalin kerjasama dengan pengelola pantai (yang juga berbisnis sewa booth).

PS: Bagaimana tentang kebersihan danau? Dua hari lalu, saat pertama ke sini, ada beberapa tamu yang mau mandi di Danau Toba. Karena airnya tidak bersih mereka tidak jadi mandi. Lantas bagaimana pihak IH mengupayakan kebersihan air Danau Toba, misalnya dengan menentang keberadaan kerambah?


SA: Benar, Pak. Keberadaan kerambah itu sangat mengganggu. Sekali lagi, sangat mengganggu ! Kita tahu bahwa wisata Danau Toba sendiri terkait dengan 2 persoalan penting, yakni air yang telah tercemar dan udara yang juga telah tercemar. Maka harus ada kerjasama dengan pihak pemerintah dan masyarakat setempat untuk mengupayakannya.
Keindahan Danau Toba tampak jelas dari kamar penginapan di Inna Hotel Parapat.

PS: Lantas, bagaimana komunikasi dengan Pemkab Simalungun, sebagai daerah yang menaungi Parapat ini?


SA : JR (Jupen Rupinus Saragih, Bupati Simalungun, red) sering ke sini (Inna Hotel. red). Kepada beliau kami telah katakan berkali tentang persoalan tadi, terutama tentang keberadaan kerambah. Tapi, nyatanya tak ada perubahan berarti. Bersama camat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Pak Nainggolan (Imman S.G. Nainggolan, S.Sos, red) pihak kami juga turut mengajak masyarakat kerjasama membersihkan daerah sekitar hotel. Tapi hingga kini partisipasi masyarakat lokal masih minim. Kita harus bersabar tentunya sembari mengupayakan kesadaran bahwa mereka adalah masyarakat parawisata.

PS: Apakah hasilnya telah terlihat?


IH: Mungkin karena Danau Toba ini tidak ada yang punya kali ya? Hahaha.... Bisa jadi itu yang membuat masyarakat di sekitar Danau Toba rada berbuat sesukanya... Hhhaha (tertawa lepas). Di titik inilah kami sangat mendukung terbentuknya BODT.

PS: Hari ini (10/4) dirayakan 105 tahun Inna Hotel. Apa fokus IH menyongsong satu abad lebih usianya? Lalu bagaimana IH mengembangkan CSR untuk menjadi kebersihan lingkungan Danau Toba?

SA: Kita bayar pajak. Kita kan BUMN. Jadi visi dan misi IH secara keseluruhan sama (di Indonesia). Sementara untuk dana CSR sendiri sifatnya dikelola Kantor Pusat di Jakarta. Hanya saja kita di cabang (Parapat dan daerah lain) juga kita mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

PS: Maksudnya apakah Dana CSR dalam bentuk uang ada enggak?

SA: Ada, pak. Kita sumbang pohon, kita beli pohon untuk ditanam, dan bekerjasama menyediakan beberapa sarana kebersihan untuk masyarkat sekitar hotel.

PS: IH selalu mengajakan masyarakat untuk bergotong royong merawat lingkungan sekitar?
SA: Kami selalu mengajak. Sebetulnya sih tak sulit menggerakkan masyarakat. Hanya saja kita harus sabar dan bersahabat dengan mereka.

PS: Apa usulan Anda untuk pemerintah, khususnya Pemkab Simalungun?
SA: Pemimpin itu harus kayak Ahok. Harus ada sanksi bagi mereka yang tak melanggar. Faktanya Pemkab Simalungun belum tegas, terutama soal keberadaan kerambah yang mengotori Danau Toba. Persoalannya adalah apakah masyarakat siap? Saya masih meragukan itu, kendati kita semua harus optimis.

PS: Ini pertanyaan terakhir kami, pak. Apakah Inna Hotel Parapat sudah siap dengan BODT?

SA: Tentu saja kami sangat siap. Dalam rangka itulah kami mempekerjakan staf dan karyawan yang tersertifikasi. Itu yang pertama. Kedua, kami juga telah bekerjasama dengan dengan pihak maskapai penerbangan, Garuda International Airlnies yang telah membuka penerbangan dari Jakarta ke Silangit. Bentuknya, kami memberi diskon untuk para wisatawan yang mereka bawa ke Inna Hotel Parapat. Ketiga, kami juga sedang melengkapi fasilitas kamar. Keempat, kami terus menerus menaikkan standart kami menjadi hotel terbaik di Parapat. Dan terakhir, kami sedang meningkatkan pelayanan kami dengan SDM yang telah tersertifikasi dan sungguh memiliki hospitality(Keramahtamahan) dan serving (pelayanan) yang memadai.

PS: Oke, Pak. Terimakasih untuk waktunya. Sukses untuk Inna Hotel ya. Tetap semangat, pak.

SA: Terimakasih kembali. Sukses untuk Pena Sinergi juga. (Lusius/Dion)