Semesta Adalah Media

Semesta Adalah Media
Pengenalan Pena Sinergi di Unimed Medan, 29 Maret 2016
Penasinergi - "Semesta itu adalah media. Begitu juga dengan Sang Pencipta. Ia tak terjamah tetapi terasa. Ia tak terlihat tetapi ada. Ia entah di mana tetapi Ia selalu hadir diantara kita," demikian Lusius Sinurat dari Pena Sinergi menghantar peserta untuk sampai pada tema "Menulis Sebagai Cara Berada" di ruang Laboratorium FMIPA Universitas Negeri Medan (Unimed).

Sebanyak 48 peserta hadir dalam seminar singkat ini, dan semuanya adalah mahasiswa dari berbagai fakultas Unimed yang beragama Katolik. Antusiasme tinggi dari peserta menjadikan acara ini berlangsung lebih menarik.

Acara berlangsung serius a la anak muda "kekinian". Inisiatif diberikan kepada mereka untuk mengajukan pertanyaan, mendeteksi dan membagikan kebutuhan dan keinginan mereka sebagai mahasiswa serta membangun niat pribadi bagi masa depan mereka.

Dosen Agama Katolik Oskar Tampubolon membuka acara sebelum menyerahkan kepada dua narasumber: Dionisius Sihombing dari Ikatakan Insan Pendidikan Katolik (IIKP) dan Lusius Sinurat (Pemimpin Redaksi Pena Sinergi).

Oskar memulai diskusi dengan berbagi pengalaman Paskah, dan diikuti oleh pendalaman teologis makna paskah itu sendiri. Selanjutnya, masih dalam konteks "kebangkitan Yesus", Dionisius menggugah para mahasiswa untuk bangkit dan berbuat bagi bangsa dan negara mereka.

"Mari kita gagas, ciptakan dan implementasikan ide-ide kita di lapangan secara kongkrit. Salah satunya adalah aktif berorganisasi untuk mengasah berbagai keterampilan lewat interaksi dengan banyak orang," tegas Dion yang juga dosen tetap di FE Unimed ini.

Dion tak hanya berbagi segudang pengalaman dan berbagai organisasi yang diikutinya, mulai dari lingkungan kampus hingga di lingkungan gereja, tepatnya di Keuskupan Agung Medan (KAM).

"Jadilah insan-insan terdidik, yang tak saja tahu banyak hal, tetapi terutama menguasai sedikit hal yang berikutnya bisa Anda bagikan bagi masyarakat," tutup Dion sebelum memberi kesempatan untuk Pena Sinergi.

Kembali ke tema di atas, Lusius Sinurat, yang juga seorang mindset awareness trainer alumni FF Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung mengajak peserta untuk menguji kompetensi mereka sebagai mahasiswa lewat tulisan.

"Kalo kamu pengen eksis, kamu harus menulis. Kagak percaya? kamu lihat deh media sosial laris manis. Ada fesbuk, twitter, path, instagram, stage32, iCloud, dan sebagainya. Orang pada rebutan tuh punya akun di media-media sosial ini," gugahnya pada peserta. Orang seakan-akan berlomba eksis di sana.

Tetapi ada persoalan dibalik kemajuan media ini, yakni kontrol. Hanya kamu yang bisa mengontrol apa yang akan kamu tulis, baca atau bagikan kepada orang lain. Kontrol itu menggambarkan tingkat pertahananmu menghadapi berlaksa-laksa informasi tadi. Maka untuk membangun tembok yang kokoh alias kontrol yang handal, kamu harus banyak membaca, menganalisa dan menulis.

Aku mengajak kalian semua untuk berpartisipasi membangun bangsa ini lewat tulisan. Sebab tulisan adalah bentuk demonstrasi yang paling ampuh untuk melawan ketidakadilan, menebarkan kebaikan dan mengajak banyak orang sebagai kawan,"tutup Lusius dalam menyimpulkan uraiannya.

Adapun seminar singkat ini merupakan awal dari pembibitan dan pencarian bakat-bakat jurnalis yang suka dan mencintai dunia tulis menulis. Syukur kepada Tuhan dan terimakasih kepada Bapak Oskar Tampubolon selaku dosen Agama Katolik yang memberikan 3 jam mata kuliahnya untuk Pena Sinergi. (Lusius)