Miliki Nilai Lebih

Miliki Nilai Lebih
Janganlah kita menjalani hidup dengan biasa-biasa saja tanpa ada manfaat nya bagi sesama dan sekitarmu,” demikian Dion Sihombing menghantar peserta sampai pada tema jurnalisme di dunia pendidikan di ruang kuliah umum FMIPA Unimed.

Diskusi yang sangat menarik ini diikuti oleh 13 kaum muda Katolik dari FMIPA Unimed dan berlangsung selama 1 jam.

Diskusi ini sungguh memotivasi para peserta. Diskusi ini dibuka oleh Oskar Tampubolon, Dosen Agama Katolik, Dionisius Sihombing dari IIKP dan Lusius Sinurat dari Pena Sinergi.

Dion (begitu Dionisius Sihombing akrab dipanggil), mengajak peserta memiliki suatu nilai yang kemudian menjadi kekhasan yang bermanfaat bagi pertumbuhan diri dan sesama. Terlibat dalam hidup berorganisasi adalah salah satu media untuk mendapatkan pelajaran yang sangat penting, dan hal itu tak kita dapatkan di bangku kuliah.

"Tak seorangpun orang sukses tanpa berorganisasi. Sukses yang dimaksud ketika seseorang dapat bermanfaat terhadap sesama maupun sekitarnya. Artinya sukses itu bukan sekedar sukses, tapi sukses yang bernilai," tegas Dion sebelum berbagi pengalamannya berorganisasi di kampus dan di gereja.

“Apakah kamu mau ikut hidup dan bertumbuh di tengah ketidakjelasan yang telah tercipta, atau kamu mau hidup dan bertumbuh dengan jelas di antara ketidakjelasan yang sedang terjadi? Hidup itu adalah pilihan dan kamu harus berani mengambil pilihan, tanpa memperbanyak alasan yang sebenarnya tidak perlu. Maka jadikan hidupmu bermanfaat,” tutup Dion sebelum menyerahkan diskusi kepada Lusius Sinurat.

"Dunia bergerak dengan titik pusat berbeda sesuai jamannya. Gerak dunia kiwari ada di dimedia. Media menjadi alat kendali kemajuan atau kemunduran jaman. Maka, mereka yang tak sudi menggenggam media akan kehilangan kesempatan mengendalikan gerak dunia saat ini," buka Lusius di awal sesi yang dibawanya, "Ketika Semesta Digenggam Oleh Media".

Lusius menandaskan betapa pentingnya kaum muda di era kini untuk menggeluti media sebagai sarana menumbuhkembangkan pribadinya. Kata-kata mantan Presiden-1 RI, Ir. Soekarno, “Berikan aku 10 pemuda maka aku akan menaklukkan dunia. "

"Begitu pentinting media. Entah media mainstream maupun media sosial yang saban hari menghiasi hidup kita: 'Jadi, kalau loe mau eksis ya loe kudu up to the date dong.' Persoalannya, mayoritas kaum muda kita, termasuk muda-mudi Katolik yang kerjanya cuma meng-update hal-hal yang tidak perlu, bahkan buruk tentang dirinya di status media sosialnya.

Ini bahaya! Sebab apa yang mau tulis di akun sosmedmu kurang lebih menggambarkan siapa kamu sebenarnya. Mentalitas ini harus kita ubah dengan mengisi diri lewat membaca dan menulis hal-hal yang baik atau positif yang bermanfaat untuk orang lain," tegas Lusius yang tampil santai sore itu.

Di penghujung diskusi, Lusius mengajak kaum muda, khususnya mahasiswa/i Katolik agar turut larut dalam usaha membangun dunia, lewat tulisan. Sebab, menulis adalah aktivitas produktif dan ekspresif yang bisa digunakan sebagai sarana berkomunikasi dengan sesama. (Tio Masni Magdalena Simbolon, mahasiswi FE Unimed)
PenaSinergi
Media Pendidikan dan Pelatihan (HC Consulting, Training & Coaching, Counseling & Facilitating for Personal Development, Self-Awareness, Leadership, and Communication & Excellent Attitude) dalam rangka pengembangan kualitas SDM Indonesia. Kirimkan tulisan Anda ke [email protected]

Related Posts

Follow by Email