Korupsi Harus Dicegah Secara Dini

Korupsi Harus Dicegah Secara Dini
PENASINERGI, Medan - "Pencegahan Dini Terhadap KORUPSI" adalah tema seminar yang diadakan oleh sebuah LSM Pusat Monitoring Hukum Indonesia (PMPHI) di Gedung Binagraha, Kantor Gubernur Sumut.

"Ini acara istimewa dari KPK. Baru kali ini 2 Wakil Ketua KPK duduk dalam satu kursi saat bertugas ke daerah," kata Gubernur Sumut dalam sambutan pembukaan seminar antikorupsi seraya menunujuk Pak Gandi Parapat, ketua panitia sekaligus ketua PMPHI Sumut pada hari ini (31/3).

Benar saja. Hari ini Saut Situmorang dan Basaria Panjaitan, dua orang wakil ketua KPK datang sekaligus dari Jakarta.

"Betul. Ini baru pertamakali dalam sejarah KPK. Tadinya cuma saya yang diundang panitia. Tetapi entah mengapa saya bisa membujuk jenderal polisi bintang dua datang ke sumut. Tahu kenapa?

Karena sumut sangat istimewa. Pertama, kami berasal dari daerah ini (sumut). Jelas sekali kami malu bahwa ada dua gubernur Sumut yang masuk hotel prodeo KPK," tegas Saut Situmorang yang pernah bekerja sebagai ahli Lingkungan Hidup di Medan dan Jakarta.

Benar. Sumut telah "mengutus dua gubernur secara berturut-turut ke KPK dan berakhir di penjara, yakni Syamsul Arifin ygn telah tuntas menjalani hukuman dan Gatot Pudjakusuma yang perkaranya sedang diputuskan.

"Kenyataan di atas menggiring kami, saya dan Pak Saut untuk memberi perhatian khusus ke Sumut. Untuk itu, melalui seminar ini kami mengajak bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian untuk memulai pencegahan korupsi, mulai dari rumah, lingkungan terdekat hingga ditengah masyarakat. KPK sendiri, dalam rangka melakukan tindakan preventif KPK telah memasukkan beberapa satgas di kementerian tertentu yang kami anggap rawan," tambah Basaria Panjaitan.

Kedua pengurus inti KPK ini sangat menekankan tindakan pencegahan dan penindakan. Untuk pencegahan sendiri, KPK memulai dari PAUD. Kami menyiapkan 3 software atau aplikasi KPK, mulai dari PAUD dan khusus untuk kelompok ibu-ibu antikorupsi.

"Salah nilai yang kami tekankan adalah nilai-nilai kejujuran: berani menyatakan yg benar, salah dan jujur", tutup Basaria yang pada pagi itu tampil sangat cantik dengan balutan kebaya birunya.

***
Korupsi Harus Dicegah Secara Dini
PENASINERGI saat bersalaman dengan Plt. Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi


Selain kedua pembesar KPK itu, tampil juga sebagai pembicara, yakni Kejati Sumut yang diwakili oleh Dr. Asep Nanang Mulyana, Kapoldasu yang diwakili oleh Bareskrim Poldasu, Plt Gubernur Sumut Tengku Nurdin (Plt Gubsus) dan terakhir wakil bupati Tapanuli Utara, Mauliate Simorangkir yang tampil setelah istirahat makan siang.

Inti dari keempat pembicara itu antar lain pentingnya tindakan preventif bagi para penyedia barang dan jasa dengan cara mengurangi pertemuan face to face, membuat sistem e-budgeting dan sistem komputerisasi lainnya.

Penduduk sumut teridiri dari kurang lebih 15 juta penduduk. Dari jumlah itu hanya 1% yang memiliki SPT. Sementara 85% pendapatan negara adalah dari pajak. Kenyataan ini sangat mengkhawatirkan. Disinilah sangat perlu - meminjam istilah dan ajakan Presiden Jokowi - "Revolusi Mental". (Lusius)


Pena Sinergi