Ciptakan Habitus Baru Lewat Pendidikan Karakter

Ciptakan Habitus Baru Lewat Pendidikan Karakter
Negara ini membutuhkan Habitus Baru yang dapat ditumbuhkembangkan lewat pendidikan karakter

Penasinergi - Revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo (Jokowi) sejak terpilih menjadi presiden ke-7 RI pada pilpres 9 Juli 2014 lalu tentu saja tak bisa dilepaskan dari sistem pendidikan nasional.

Kita tahu bahwa persoalan anak dan remaja, sebagai subyek terdidik telah terjerembab dalam krisis moral, seperti meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman (tawuran), pencurian dan kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, perusakan milik orang lain, dst.

Persoalan sosial tersebut hingga kini belum dapat diatasi secara tuntas, kendati kita juga tak boleh mengecilkan peran pemerintah yang selama ini telah berusaha memajukan bidang pendidikan kita.

Di titik inilah pentingnya pendidikan karakter bagi anak didik, entah dalam keluarga, sekolah maupun ditengah masyarakat. Sebab, bangsa ini membutuhkan penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education) untuk mengatasi krisis moral yang sedang melandanya.

*****

Pendidikan karakter tak bisa dilepasakan dari konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling) dan perilaku moral (moral behavior); dan ketiga komponen inilah yang berikutnya menegaskan bahwa "karakter yang baik harus didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan".

Lantas bagaimana pendidikan karakter itu dijalankan? Berikut ini akan dipaparkan tahapan yang harus dilalui dalam pendidikan karakter, yakni:
  1. Proses pemahaman dan pengertian - pendidikan karakter adalah segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter anak didik; atau suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
  2. Tahap praksis - yakni penghayatan dan pelaksanaan dari apa yang sudah dimengerti. Pemahaman tentang arti karakter (ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu) harus diikuti oleh kemampuan seseorang dalam bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu.
  3. Praksis nilai - yang dilaksanakan secara konsisten yang akan menghasilkan habitus. Pusat Kurikulum Balitban Kemendiknas menguraikan 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter yang mesti dilakukan, yakni religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
  4. Pembiasaan praksis - Ke-18 nilai pendidikan karakter di asat harus dilakukan bersama-sama secara konsisten hingga menjadi "budaya" baru, di mana seluruh warga masyarakat menjadi warga yang berkualitas.
  5. Melakukan evaluasi dan refleksi - Hal ini harus dilakukan secara terus menerus demi kebaikan bersama, sebab pendidikan karakter sangat menekankan the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development.
Kelima tahapan pendidikan karakter di atas mutlak dijalankan dalam pendidikan di keluarga, sekolah maupun masyarakat. Akhirnya pendidikan karakter hanya akan mewujud secara nyata bila kelima prinsip (5K) berikut ini dilakukan:
  1. Kasih - Menerima anak apa adanya, mengembangkan kasih sayang secara wajar, meluangkan waktu bersama anak-anak, dst.
  2. Konsukuen - Membangun suasana gembira dan bahagia sembari melambungkan harapan-harapan yang realistis.
  3. Konsisten - Bijak dalam menegakkan disiplin dan konsisten yang diikuti oleh upaya menyederhanakan tuntutan agar anak mengerti.
  4. Kompak - Orangtua, guru, dan masyarakat harus satu tim dalam mendorong kreativitas anak/peserta didik melalui aktivitas bermain.
  5. Kompromi - Perilaku tidak dewasa yang kadang-kadang ditunjukkan anak harus diterima sebagai bentuk proses pembelajaran. 

Penulis: Lusius Sinurat
PenaSinergi
Media Pendidikan dan Pelatihan (HC Consulting, Training & Coaching, Counseling & Facilitating for Personal Development, Self-Awareness, Leadership, and Communication & Excellent Attitude) dalam rangka pengembangan kualitas SDM Indonesia. Kirimkan tulisan Anda ke [email protected]

Related Posts

Follow by Email